Selain bangunan rumah seperti yang penulis sebutkan pada bagian pertama, ada beberapa peralatan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
1. Uba (Tempat tembakau). Uba ini terdiri atas 2 bagian. Bagian bawah terbuat dari anyaman rotan (Calamus sp) sedangkan penutup atas terbuat dari pelepah daun Tambaro/sagu (Metroxylon sago).
2. kampi (Kotak Kecil). Berupa dompet kecil yang digunakan untuk penyimpan tembakau. Terbuat dari anyaman bambu muda (Bambusa sp). Tembakau dibuat dari tanaman tembakau (Nicotiana tobbacum) yang ditanam disekitar rumah kemudian diiris dan dijemur. Tembakau dibungkus menggunakan daun jagung (Zea mays).
3. Bayakas . Digunakan sebagai penyimpan alat-alat seperti gunting, korek api, jarum,benang dll). Wadahnya terbuat dari anyaman rotan tumani sedangkan penutupnya dari kulit pelepah tambaro (sagu).
4. Kalea manu. Digunakan untuk menangkap ayam hutan jantan, biasanya terbuat dari : Sagu (Metroxylon sago), rotan epe (batang), “lauro“ jarmasi. Cara pengoperasian kalea adalah melalui teknik umpan seekor ayam jantan yang diikat ditengah-tengah kalea dan disekelilingnya terdapat banyak tali-tali yang merupakan jerat untuk ayam yang datang. Ayam hutan liar akan datang setelah mendengar kokok ayam jantan umpan, setelah itu mereka berkelahi sehingga ayam jantan liar akan terjerat kakinya melalui tali-tali yang terdapat disekitar ayam jantan umpan.
5. Kayase.Merupakan peralatan berupa ransel yang digunakan untuk mengangkut barang ataupun hasil-hasil perkebunan yang diletakan dipunggung. Kayase mampu termuat oleh barang hingga beratnya 80 kg. Bahan dari Bambu ( Bambusa atau Schyzostachium sp) yang dibelah dan dianyam melalui ikatan oleh rotan, sedangkan tali biasanya terbuat dari kulit batang Trema sp yang dianyam.